Aku memiliki 'limit'. Limit kedekatan; kurang lebih? Intinya aku punya batas untuk orang lain mendekatiku. Pada saat ia mulai berusaha tampak dalam pandanganku, biasanya saat itulah aku memalingkan wajah atau bahkan mengusirnya keluar dari area pandang.
Orang yang kali ini beda.
Sekian panjang aku berkomunikasi dengannya, kurasa grafik itu tetap datar. Bahkan harus kutahan diriku untuk tidak mendekatinya duluan. Sampai- sampai aku berpikir, bagaimana kalau..
..dia juga memiliki 'limit'.
Akankah dia bosan denganku suatu hari nanti? Aku? Bosan? Biasanya aku yang bosan dengan orang..
Hari ini, aku, menahan diriku untuk tak mendekatinya terlalu sering. Aku tau apa yang dia rasa tentang itu. Aku tau pikirannya tentang 'demonstratif'. Aku tau batasan- batasan baginya perihal 'demonstratif'.
Aku..
..mengklaim diriku tau.
Sejauh aku berkenaan dengannya, aku melihatnya sebagai pribadi yang identik denganku pada beberapa sisi. Maka demikianlah aku memperlakukannya selama ini: perlakuan sebagaimana aku menyamankan diriku.
Aku tak tau sejauh mana itu berhasil padanya. Aku bahkan tak bisa pastikan senyaman apa dia denganku.
Aku senang bermain- main.
..Aku senang mempermainkan..
Namun kali ini, saat ini, keyakinanku akan diri sedang luntur. Aku tidak mengatakan bahwa ini kelunturan permanen. Hanya saja aku sedang melemah.
Semoga aku tak sampai menemui kondisi di mana aku harus berlari sementara kakiku lumpuh.
Kupikir ini tak akan berhasil.
Jauh di lubuk hatiku, aku tak mau berhasil.
Aku..
..takut jika sampai semua ini menghasilkan sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar